Lamborghini Esports

Lamborghini Terjun ke Esports, Adakan Turnamen Balapan Virtual The Real Race

Lamborghini Esports, Untuk membuat The Real Race, Lamborghini kerja sama juga dengan Assetto Corsa Competizione Mobil Lamborghini umumnya sama dengan dua hal, yakni kemewahan serta kecepatan. Memang, tidak kesemua orang dapat beli mobil bikinan Lamborghini, yang dihargai dari mulai US$200 ribu sampai US$5 juta. Tetapi, itu tidak hentikan perusahaan Italia itu untuk masuk dalam dunia esports untuk pemasaran.

Tidak sama dengan BMW yang kerja sama juga dengan 5 organisasi esports, Lamborghini pilih untuk membuat kompetisi balapan bersama-sama gameAssetto Corsa Competizione. Pertandingan itu akan berjalan semasa 5 minggu, mulai 29 Mei 2020 sampai Agustus 2020. Pada set final, yang diselenggarakan di Italia pada September, juara akan menantang beberapa rider paling baik Lamborghini. Kesemua orang bisa ikut dalam pertandingan esports itu, yang mewajibkan semua pesertanya memakai satu type mobil.

“Mengadakan kompetisi balapan virtual sesuai taktik Lamborghini untuk mendekat dengan generasi muda,” kata Katia Bassi, Chief Pemasaran Officer, Lamborghini, seperti diambil dari The Washington Post. “Kami jual 8 ribu mobil tiap tahun. Kenyataannya, pertandingan esports ini akan menolong kami tingkatkan merek awareness… Serta sebenarnya, kompetisi itu akan menolong kami memperoleh data untuk pemasaran. Makin banyak data yang kami mengumpulkan dari fans kami, makin baik, sebab kami ingin dapat lakukan pemasaran yang tepat.”

Lamborghini Terjun ke Esports, Adakan Turnamen Balapan Virtual The Real Race

Lamborghini Esport Virtual Race

Lamborghini bukan perusahaan mobil pertama yang membuat kompetisi esports yang mewajibkan beberapa pembalanya memakai satu type mobil. Pada 2018, Nissan kerja sama juga dengan Gran Turismo untuk membuat Nissan GT Sport Cup. Sesaat BMW serta Porsche masing-msaing mmenggandeng iRacing untuk membuat kompetisi esports. Walau demikian, hal tersebut bukan bermakna tidak ada ruangan untuk pertandingan esports Lamborghini, menurut Joern A. Buss, konsultan perusahaan otomotif global Oliver Wyman.

“Kompetisi dari satu manufaktur mobil sebetulnya lebih bagus,” kata Buss. “Pertandingan itu akan memberi banyak eksposur pada esports. Saya tidak keberatan lihat mobil yang sama sama-sama beradu dengan keduanya. Komponen bersaing kompetisi semakin penting dari komponen-komponen yang lain.” Disamping itu, ia mengatakan, mengadakan kompetisi dengan satu type mobil menarik buat perusahaan manufaktur mobil sebab mereka dapat memperoleh untung dengan gampang.

Buss ungkap, dengan jual lisensi brand perusahaan ke developer game balapan, satu perusahaan dapat memperoleh keuntungan di atas 10 %. “Perusahaan dapat memperoleh untung dengan gampang. Mereka cukup memberi simbol serta hasil scan dari mobil mereka,” kata Buss. Kecuali keuntungan, fakta lain perusahaan mobil tertarik untuk kerja sama juga dengan basis sim racing ialah sebab mereka dapat batasi siapapun yang memperoleh scan atas mobil mereka.

Lewat esports, satu perusahaan dapat mendekat dengan generasi milenial serta gen Z. Ditambah lagi, esports balapan tumbuh cepat ditengah-tengah epidemi virus corona. Tetapi, ketetapan perusahaan mobil untuk masuk ke esports tidak jamin jika generasi muda akan beli mobil mereka. Beberapa analis yakin, generasi milenial serta gen Z mempunyai ketertarikan rendah untuk beli mobil, khususnya mobil eksklusif seperti Lamborghini. Buss mengaku, belum tahu berapa efisien pemasaran lewat esports buat perusahaan mobil.

“Membuat kompetisi balapan virtual ialah pedang bermata dua buat perusahaan mobil,” kata Buss. “Anda dapat ikut dari rumah. Jadi, Anda kemungkinan tak perlu beli mobil itu serta dapat nikmati pengalaman menyopir memakai tehnologi virtual reality. Tetapi, peluang untuk lakukan pemasaran dengan esports masih mengundang selera.”