AGI, Kominfo, dan Clevio Gelar Ajang “Ayo Bikin Game di Rumah Aja”

AGI, Kominfo, dan Clevio Gelar Ajang “Ayo Bikin Game di Rumah Aja”

Tempat Ayo Bikin Game di Rumah Saja jadi fasilitas publikasi dan suport pada kebijaksanaan karantina diri untuk menahan penebaran epidemi COVID-19.
Adanya epidemi COVID-19 pemerintah di beberapa negara menyarankan warga untuk lakukan karantina diri untuk menahan penebaran virus itu lebih luas lagi. Di sejumlah negara, kebijaksanaan ini berefek pada gagalnya helatan-helatan besar. Dari esports contohnya, ada PBWC 2020 yang gagal diadakan, atau helatan IEM Katowice yang sangat terpaksa diadakan tanpa ada pemirsa.

Tetapi, ini bukanlah bermakna kita harus diam diri serta pasrah pada kondisi. Beberapa komponen industri esports serta gaming lakukan ide untuk bikin kondisi lebih bagus. Seperti tournament organizer WePlay! yang mengadakan WeSave! untuk tempat galang dana, yang sukses kumpulkan Rp2, 9 miliar untuk menolong pergerakan menantang epidemi COVID-19.

Selain itu di Indonesia pergerakan sama dilaksanakan, khususnya untuk memberikan dukungan kebijaksanaan karantina diri yang dilaksanakan pemerintah. Oleh karena itu, untuk fasilitas publikasi Kementerian Komunikasi serta Informatika kerja sama juga dengan Asosiasi Game Indonesia, Clevio, dan dibantu oleh Garena, mengadakan tempat cipta game yang namanya “Ayo Bikin Game di Rumah Saja “.

Mengangkat topik “Silahkan Bersama-sama Menantang COVID-19: Hidup Bersih, Sehat, serta Hebat. “, tempat cipta game ini terbuka untuk umum, dapat diiringi oleh siapa saja dari mulai beberapa anak sampai dewasa. Game yang terbentuk dari tempat ini diinginkan dapat jadi media publikasi yang interaktif, supaya warga tersadar untuk menantang serta menahan epidemi ini untuk bertambah lebih besar lagi.

“Keadaan perang menantang COVID-19 yang kita alami sekarang membuat warga disarankan untuk melakukan aktivitas di dalam rumah saja, jaga jarak dengan seseorang. Ini sesuai dengan instruksi Presiden RI, Bpk Jokowi, supaya kita selekasnya bisa meredam pergerakan penebaran yang terkena virus Corona.” sebut Semuel Abrijani Pangerapan, Dirjen Aplikasi Informatika, Kementerian Komunikasi serta Informatika.

Menurut Menteri Kominfo pada waktu lalu yang telah melayangkan surat pemberitahuan kepada penyedia jasa internet atau internet service provider (ISP) untuk memblokir beberapa situs atau web yang dinilai terindikasi memuat konten yang bersentimen Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan (SARA), judi online, pornografi, hingga terindikasi phising dan malware. Saat ini Indonesia telah memasuki era digital. “Indonesia hari ini sudah memasuki era digital, informasi tersebar cepat melalui platform media baru,” ungkapnya. “Untuk memberikan dukungan instruksi itu, Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika, Kemkominfo, kerja sama juga dengan Asosiasi Game Indonesia serta Clevio Coder Camp menginisasi satu tempat cipta karya.

Pekerjaan ini ajak generasi muda untuk bersama membuat game dari rumah semasing hingga waktu yang dipunyai terisi dengan tambahan karya serta pengetahuan. Kita harap pekerjaan ini membuat komune game developer jadi makin besar serta dengan cara bertepatan tingkatkan kesadaran akan hidup sehat, bersih dan hebat dalam hadapi COVID-19, ” tuturnya.

Ayo Bikin Game

Terbuka untuk umum, tempat cipta game “Ayo Bikin Game di Rumah Saja” dipisah jadi dua kelompok, yakni Junior untuk siswa SD, SMP, serta SMA/SMK serta kelompok mahassiwa/umum. Masing-masing peserta diwajibkan untuk membuat team serta bekerja bersama sepanjang empat hari untuk membuahkan satu purwarupa game yang dapat dimainkan. Serta untuk memberikan dukungan pergerakan #dirumahaja yang digaungkan pemerintah, semua kesibukan serta komunikasi dilaksanakan dengan cara online, tak perlu keluar dari rumah. Warga diikutsertakan dalam tentukan game favorite mereka dengan memberi voting pada karya-karya yang didaftarkan.

“Untuk menolong menyiapkan beberapa anak ikuti game jam ini, Coach Clevio yang telah eksper mengajar coding game pada beberapa ribu coders sudah menyiapkan webinar gratis serta hebat untuk belajar buat game, ” papar Fransiska Oetami, CEO Clevio Coder Camp. “Jadi jangan cemas jika tidak pernah coding atau buat game awalnya. Walau harus #dirumahaja, tidak bermakna harus sendiri-sendiri, sebab anak akan belajar meningkatkan social kemampuan dengan kerja bersama-sama rekan dengan cara online, sama seperti bapak ibu yang rapat online sebab #workfromhome, ” sambungnya.

Pendaftaran tempat ini telah dibuka semenjak 29 Maret serta akan terselenggara sampai 13 April 2020 akan datang, dari mulai online workshop, pengerjaan game, dan voting warga untuk tentukan juara tempat ini. Nanti ada keseluruhan hadiah sebesar Rp30 juta serta sertifikat digital yang dikasih ke 11 orang juara.