Tekken 7 Fahkumram

Karakter Tekken 7 Fahkumram Akan Rilis Bulan Maret Ini

Lama dinanti, ciri-ciri tekken 7 Fahkumram pada akhirnya dipublikasikan! Fahkumram akan launching Maret ini dengan stage baru!
Pada gelaran TWT Finals 2019 lantas, tidak cuma kemenangan Chikurin atau pengalaman komune Indonesia ikuti laga Last Chance Qualifiers saja yang menarik untuk diulas. Pada gelaran itu Bandai Namco meluncurkan trailer karakter-karakter paling baru yang akan tampil di Tekken 7 untuk tahun 2020. Saat itu, ada Leroy, Ganryu, serta yang paling akhir ialah ciri-ciri original baru namanya Fahkumram.

Leroy serta Ganryu telah launching terlebih dulu, yang serta sempat buat komune sakit kepala sebab Leroy begitu kuat dipakai di laga. Sesudah demikian lama dinanti, tanggal launching Fahkumram sekarang pada akhirnya dipublikasikan. Mencuplik dari account twitter sah @TEKKEN_Project, dipublikasikan jika Fahkumram akan launching pada tanggal 24 Maret 2020 akan datang. Tidak itu saja, launching ini dikerjakan dengan satu video trailer gameplay dari Fahkumram.

Tekken 7 Fahkumram

Saat TWT Finals 2019, walau telah ada trailer yang memperlihatkan bentuk serta pergerakan ciri-ciri Fahkumram di Tekken 7, tetapi apa yang diperlihatkan masih mini hingga belum dapat memvisualisasikan bagamiana langkah kerja ciri-ciri ini keseluruhannya. Pada trailer paling baru ini makin banyak pergerakan diperlihatkan, hingga dapat memberi deskripsi pada pemain pada langkah main serta level kemampuan ciri-ciri ini.

Adalah ciri-ciri bertubuh besar yang memakai bela diri Muay Thai, Fahkumram dipertunjukkan banyak memakai kakinya untuk beberapa gerakan yang memberikan dianya momen kemenangan. Pada salah satunya sisi saat dia menantang Bryan, dipertunjukkan bagaimana sepakannya serta dapat buka pertahanan lawan, yang bisa dilanjut dengan serangkaian pergerakan lain.

Trailer ini memperlihatkan beberapa kemampuan lain punya Fahkumram, seperti pergerakan Counter Hit yang akan menghajar lawan dengan sepakan keras, dan macam pilihan pergerakan Fahkumram yang dapat membuat lawan terjatuh.

Dalam launching ini, Fahkumram memperoleh dua buah baju. Satu baju memakai baju tradisionil Thailand, serta satunya satu baju namanya Victor Set yang mengubah tampilan Fahkumram jadi seperti juara tarung Muay Thai. DLC 15 ada pada launching tanggal 24 Maret 2020 itu, yang berisi Stage baru namanya Cave of Enlightment yang disebut Stage punya Fahkumram.

Saat memperlihatkan Cave of Enlightment kita dapat juga lihat bagaimana Stage itu mempunyai tembok serta lantai yang dapat dihancurkan. Ini berarti, pemain harus lebih jeli dalam manfaatkan stage itu. Misalnya seperti, memakai serangan bawah atau serangan depan dengan property Wall Splat supaya bisa merusak lantai atau tembok.

Tekken 7 Fahkumram

Launching 24 Maret 2020 akan datang kurang lebih bagamana penerimaan komune pada ciri-ciri ini? Mengingat dua awalnya ada dengan benar-benar berbeda, Ganryu tampil begitu biasa saja, sesaat Leroy begitu spesial sampai buat komune berang. Mudah-mudahan saja Fahkumram dapat ada lebih imbang serta dapat jadi ciri-ciri favorite buat beberapa pemani Tekken 7.

Organisasi Esports Juga Terdampak Virus Corona

Organisasi Esports Juga Terdampak Karena Virus Corona

Virus Corona memaksakan organisasi esports untuk beradaptasi dengan kurangi karyawan atau team.
Pandemik virus Corona mengubah banyak industri, tidak kecuali industri game serta esports. Di satu bagian, makin beberapa orang yang bermain game serta melihat streaming game sebab mereka dianjurkan tidak untuk keluar rumah. Di lain sisi, banyak kompetisi esports yang perlu dipending atau serta diurungkan. Organisasi esports terserang efek dari virus Corona. Beberapa dari mereka harus harus kurangi jumlahnya team esports mereka atau serta merumahkan beberapa karyawannya.

“Ya, ini ialah waktu yang susah. Tetapi, satu hal yang kami yakini ialah kesehatan serta keamanan kesemua orang ialah target utama,” kata CEO serta pendiri NRG Esports, Andy Miller pada The Esports Observer. Ia adalah salah satunya pemilik dari team basket yang bertanding di NBA, Sacramento Kings. Jadi, ia dapat lihat efek dari pandemik virus Corona pada team olahraga serta organisasi esports. “Semoga, kita dapat melalui waktu susah ini tak perlu mengorbankan keselamatan beberapa orang,” katanya.

Miller serta team eksekutif Sacramento Kings sudah putuskan jika mereka tetap bayar upah beberapa pekerja mereka sepanjang laga NBA di stop. Sekitar 800 orang pekerja akan memperoleh upah. Sayangnya, organisasi esports tidak bisa lakukan hal sama, mengingat penghasilan mereka tidak sebesar team NBA.

“Organisasi esports tidak mempunyai kas sampai juta-an dollar seperti team NBA yang dapat memperoleh uang itu dari kontrak hak siar dengan stasiun tv. Organisasi esports harus juga bayar upah pemain, membayar operasi tempat mereka dan lain-lain,” papar Miller. “Bagi beberapa organisasi esports, ini bermakna ada yang perlu mereka korbankan. Tetapi, itu bukan suatu hal yang jelek. Rekonsilasi ini harusnya berlangsung, serta sebelum pandemik virus Corona.”

Organisasi Esports Juga Terdampak Virus Corona

Memang, beberapa pemilik team esports akui, organisasi esports sekarang habiskan uang dalam tempo yang bertambah cepat dari mulanya. Salah satunya faktanya ialah sebab upah pemain yang terus naik. Ini mewajibkan beberapa pemilik team esports untuk lakukan rekonsilasi, seperti dengan mengeluarkan karyawan atau meniadakan beberapa team yang ada. Tetapi, seperti yang disebut oleh Miller, esports tidak sama dengan berolahraga tradisionil sebab laga esports masih dapat diadakan dengan online. Ini, menurut Miller, bisa menjadi kunci buat industri esports untuk bertahan.

“Ketika Anda menggagalkan liga olahraga tradisionil, Anda akan kehilangan uang dari penjualan ticket serta sumber penghasilan lain,” tutur Miller. “Satu hal yang dapat membuat esports bertahan di waktu susah semacam ini ialah sebab untuk mengadakan laga esports, beberapa pemain tidak harus berada di ruang yang sama untuk bermain. Beberapa pemirsa pun tidak harus melihat dalam tempat untuk dapat nikmati laga esports.”

Sekarang, memang belumlah ada pemecatan karyawan besar oleh organisasi esports. Tetapi, bila pandemik virus Corona terus bersambung serta pekerjaan yang kumpulkan beberapa orang dibatasi, ini akan membuat kompetisi esports kehilangan sebagianpenontonnya, yang akan bikin rugi sponsor. Apabila ini berlangsung, peluang, organisasi esports memang seharusnya membuat ketetapan susah.